Supplier tembakau murah Hubungi segera (SMS) Robby 0858 9006 2960 Gratis sempel tembakau
Jakarta - Curah hujan tinggi selama musim tanam tembakau (Mei–Juni) membuat tanaman ini tidak tumbuh baik. Masa panen diperkirakan mundur.
Tanaman tembakau tumbuh buruk bahkan mati karena akar tanaman mati jika tergenang air. Beberapa petani memutuskan menanam ulang pada pertengahan Juli dimana curah hujan sudah berkurang, sehingga panen pun mundur jadi akhir September atau awal Oktober.
Ini dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat curah hujan. “Akar tembakau akan mati jika empat jam tergenang air,” kata Direktur Gading Mas Indonesian Tobbacco (GMIT), Jahya Lukas, Jumat ( 30/8/2013).
Menurutnya, pada musim kemarau basah tahun 2013 memang berdampak pada kandungan air pada daun. Jika daun masih banyak mengandung air dipaksa panen, hasil akhirnya tidak bagus.
Tanam ulang pada Juli ini membuat musim panen akan mundur jadi Oktober padahal BMKG memperkirakan musim hujan akan datang pada minggu ketiga atau keempat bulan Oktober. Jarak waktu pendek antara panen dan pengeringan dianggap riskan.
Tembakau kasturi atau virginia voor oosgst (VO) sebagai bahan baku sigaret memerlukan sinar matahari untuk pengeringan. “Paling tidak perlu seminggu untuk menjemur daun tembakau, “ kata ketua Indonesian Tobacco Association (ITA), M. Koentjoro. Proses panen daun tembakau
tidak bisa sekaligus, karena ada beberapa langkah pemetikan ketika panen. Total proses pasca panen adalah 10–14 hari.
Jarak waktu yang pendek antara masa petik dan prediksi hujan ini kemungkinan juga akan menurunkan volume panen sampai 30% dibanding tahun lalu.
Untuk Pesan Tembakau Hubungi ROBBY Via SMS: 0858 9006 2960
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar