Supplier tembakau murah Hubungi segera (SMS) Robby 0858 9006 2960 Gratis sempel tembakau
Memasuki pekan terakhir bulan Agustus 2013, penjualan daun tembakau di tingkat petani di Kabupaten Temanggung terus mengalami peningkatan. Kendati tidak terlalu signifikan, namun hal itu cukup melegakan hati petani.
Mbah Gajul (63), petani tembakau lereng Gunung Sumbing, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, mengaku penjualan daun tembakaunya sedikit semi sedikit sudah mengalami peningkatan. Per kilogram tembakau dihargai Rp 35-Rp 40 ribu.
"Kalau di tempat saya sudah sampai grade C, harganya bervariasi antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu. Tapi pembelian baru saja dimulai belum lama. Jadi kemungkinan harga bisa terus naik," katanya Rabu (28/8).
Sebelumnya pembelian untuk tahap awal grade A harga masih di bawah Rp 35 ribu. Harga tembakau per kilogramnya pekan lalu baik di Gudang Garam maupun Djarum bervariatif. Antara Rp 15.000/kg hingga Rp 20.000/kg.
Subakir petani lainnya, optimistis jika cuaca terus bertahan panas dan tidak turun hujan maka masih ada harapan tembakau di ladang membaik. Akan tetapi, jika hujan kualitas akan turun, terlebih musim tahun ini kemarau basah sehingga sejak masa tanam banyak turun hujan.
"Kalau cuaca terus membaik kami yakin srintil tetap akan keluar, untuk Gradenya minimal F. Mudah-mudahan saja cuaca dan hasil baik,"tuturnya.
Sapardi (33), petani asal Ngabean, Kecamatan Ngadirejo, berharap pabrikan membeli tembakau dengan harga wajar. Artinya, menyesuaikan dengan hasil panen yang tidak sebagus tahun sebelumnya.
"Kita minta pabrik membeli dengan harga wajar. Ini bukan kami mau mencari keuntungan besar tapi, sekadar meminimalisir kerugian akibat buruknya cuaca. Ya, supaya ada modal buat tanam lagi musim depan,"cetusnya.
Bupati Bambang Sukarno pun telah mewanti-wanti pihak pabrikan agar membeli semua tembakau milik petani dengan harga layak. Dia berharap ada sinergitas antara petani dan pabrikan dengan kerjasama saling menguntungkan.
Memasuki pekan terakhir bulan Agustus 2013, penjualan daun tembakau di tingkat petani di Kabupaten Temanggung terus mengalami peningkatan. Kendati tidak terlalu signifikan, namun hal itu cukup melegakan hati petani.
Mbah Gajul (63), petani tembakau lereng Gunung Sumbing, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, mengaku penjualan daun tembakaunya sedikit semi sedikit sudah mengalami peningkatan. Per kilogram tembakau dihargai Rp 35-Rp 40 ribu.
"Kalau di tempat saya sudah sampai grade C, harganya bervariasi antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu. Tapi pembelian baru saja dimulai belum lama. Jadi kemungkinan harga bisa terus naik," katanya Rabu (28/8).
Sebelumnya pembelian untuk tahap awal grade A harga masih di bawah Rp 35 ribu. Harga tembakau per kilogramnya pekan lalu baik di Gudang Garam maupun Djarum bervariatif. Antara Rp 15.000/kg hingga Rp 20.000/kg.
Subakir petani lainnya, optimistis jika cuaca terus bertahan panas dan tidak turun hujan maka masih ada harapan tembakau di ladang membaik. Akan tetapi, jika hujan kualitas akan turun, terlebih musim tahun ini kemarau basah sehingga sejak masa tanam banyak turun hujan.
"Kalau cuaca terus membaik kami yakin srintil tetap akan keluar, untuk Gradenya minimal F. Mudah-mudahan saja cuaca dan hasil baik,"tuturnya.
Sapardi (33), petani asal Ngabean, Kecamatan Ngadirejo, berharap pabrikan membeli tembakau dengan harga wajar. Artinya, menyesuaikan dengan hasil panen yang tidak sebagus tahun sebelumnya.
"Kita minta pabrik membeli dengan harga wajar. Ini bukan kami mau mencari keuntungan besar tapi, sekadar meminimalisir kerugian akibat buruknya cuaca. Ya, supaya ada modal buat tanam lagi musim depan,"cetusnya.
Bupati Bambang Sukarno pun telah mewanti-wanti pihak pabrikan agar membeli semua tembakau milik petani dengan harga layak. Dia berharap ada sinergitas antara petani dan pabrikan dengan kerjasama saling menguntungkan.
Untuk Pesan Tembakau Hubungi ROBBY Via SMS: 0858 9006 2960
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar