Petani Tembakau Ngawi Tak Dapat Bantuan DBHCT.Sejumlah petani tembakau di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi mengaku belum pernah tersentuh dana bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) 2013.
Akibatnya, tanaman para petani, banyak yang terancam gagal panen.
"Puluhan petani di kampung kami, tidak pernah mendapat bantuan maupun dana stimulus dari pemerintah. Semua biaya kami keluarkan sendiri," terang Partono (45) salah seorang petani tembakau warga setempat, Sabtu (31/8/2013).
Hal yang sama disampaikan, petani tembakau lainnya, Slamet (51). Menurutnya, petani selama ini membeli bibit tembakau dengan harga Rp 25.000 sampai Rp 30.000.
Selain itu, pihaknya menjelaskan jika petani saat ini merasa resah akibat perubahan cuaca yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman tembakau.
"Sulit berkembang. Saya nggak tahu ini akan panen apa tidak? Sudah bulan panen, tetapi tanaman kami tak kunjung bisa dipetik. Kemungkinan gagal panen lebih besar," imbuhnya.
Kabid Budidaya Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ngawi Mujiono mengaku jika DBHCT digunakan untuk sosialisasi ke masyarakat dengan cara menanam tembakau yang baik dan benar.
Selain itu, memberi bantuan pupuk dan bibit tembakau. Namun realitanya masih banyak petani tembakau yang mengaku tidak mendapatkan campur tangan dari pemerintah.
Sementara, luasan lahan perkebunan tembakau Kabupaten Ngawi saat ini mencapai 1.378,25 Hektar.
Tanamannya terdapat tiga varietas yang dikembangkan yaitu Vike, Ram, dan lokal.
Lahan tembakau terluas dan hasil produksi terbesarnya berada di Kecamatan Karangjati dan Kecamatan Bringin.
Produktifitas tembakau rata-rata per tahun mencapai 3.169,36 kilogram per hektar dengan jumlah pekerja, petani, dan buruh tani tembakau mencapau 4.595 orang.
Informasinya, Tahun 2010 lalu, Pemkab Ngawi mendapatkan gerojokan dana DBHCT Rp 7,5 miliar. Sedangkan Tahun 2011 mendapatkan Rp 9,3 miliar.
Sementara Tahun 2012 digelontor Rp 8,7 miliar di bagi 8 SKPD yaitu Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun), Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit dr Soeroto, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Sedangkan pada tahun 2013 ini digerojok DBHCT plus Silpa mencapai Rp 13 miliar.
Akibatnya, tanaman para petani, banyak yang terancam gagal panen.
"Puluhan petani di kampung kami, tidak pernah mendapat bantuan maupun dana stimulus dari pemerintah. Semua biaya kami keluarkan sendiri," terang Partono (45) salah seorang petani tembakau warga setempat, Sabtu (31/8/2013).
Hal yang sama disampaikan, petani tembakau lainnya, Slamet (51). Menurutnya, petani selama ini membeli bibit tembakau dengan harga Rp 25.000 sampai Rp 30.000.
Selain itu, pihaknya menjelaskan jika petani saat ini merasa resah akibat perubahan cuaca yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman tembakau.
"Sulit berkembang. Saya nggak tahu ini akan panen apa tidak? Sudah bulan panen, tetapi tanaman kami tak kunjung bisa dipetik. Kemungkinan gagal panen lebih besar," imbuhnya.
Kabid Budidaya Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ngawi Mujiono mengaku jika DBHCT digunakan untuk sosialisasi ke masyarakat dengan cara menanam tembakau yang baik dan benar.
Selain itu, memberi bantuan pupuk dan bibit tembakau. Namun realitanya masih banyak petani tembakau yang mengaku tidak mendapatkan campur tangan dari pemerintah.
Sementara, luasan lahan perkebunan tembakau Kabupaten Ngawi saat ini mencapai 1.378,25 Hektar.
Tanamannya terdapat tiga varietas yang dikembangkan yaitu Vike, Ram, dan lokal.
Lahan tembakau terluas dan hasil produksi terbesarnya berada di Kecamatan Karangjati dan Kecamatan Bringin.
Produktifitas tembakau rata-rata per tahun mencapai 3.169,36 kilogram per hektar dengan jumlah pekerja, petani, dan buruh tani tembakau mencapau 4.595 orang.
Informasinya, Tahun 2010 lalu, Pemkab Ngawi mendapatkan gerojokan dana DBHCT Rp 7,5 miliar. Sedangkan Tahun 2011 mendapatkan Rp 9,3 miliar.
Sementara Tahun 2012 digelontor Rp 8,7 miliar di bagi 8 SKPD yaitu Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun), Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit dr Soeroto, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Sedangkan pada tahun 2013 ini digerojok DBHCT plus Silpa mencapai Rp 13 miliar.
Untuk Pesan Tembakau Hubungi ROBBY Via SMS: 0858 9006 2960
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar